3 Sekawan Asal Guwang Produksi Batok Kelapa Rumahan - Beritabali.com

Ekbis

Terdampak Pandemi Covid-19

3 Sekawan Asal Guwang Produksi Batok Kelapa Rumahan

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 15:00 WITA
3 Sekawan Asal Guwang Produksi Batok Kelapa Rumahan

beritabali/ist/Tiga sekawan asal Guwang beralih profesi menjadi pengrajin.

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, GIANYAR.
Tiga sekawan di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati terdampak pandemi covid-19 yang dulunya mengais rejeki dari dunia pariwisata kini beralih profesi menjadi pengrajin. 
Mereka adalah I Gede Arik Adiguna, 34, selaku inisiator yang sebelumnya menjadi guide Hyden Canyon Guwang; I Putu Oka Swardiana, 26, driver ojek online dan I Kadek Bagas Septiawan, 20, pegawai salah satu Hotel di Canggu, Badung. Mereka membuat kerajinan batok kelapa skala rumahan, di Jalan Bima, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati. 
Tempurung buah kelapa dihaluskan menjadi Kau-kau istilah untuk mangkok maupun piring yang biasa dipergunakan sebagai perabot rumah tangga jaman dulu. 
Ditemui saat berproduksi, Gede Arik mengatakan aktivitas ini bermula dari kebingungan mereka yang terdampak pandemi. 
"Kita jadi punya banyak waktu luang. Kalau diam saja otomatis tidak ada penghasilan," ujarnya, Rabu (18/8). 
Agar tidak bosan diam di rumah, Arik dkk awalnya menyusuri sungai menghabiskan waktu. Dalam penelusuran, dilihat banyak buah kelapa yang hanyut di aliran sungai. Maksud hati mengangkat agar tidak menjadi sampah, ternyata buah kelapa tersebut menginspirasi Arik dkk. 
"Kita ambil bawa pulang," ungkapnya. Dari awalnya jalan-jalan iseng, lambat laun menjadi perburuan. Sehingga cukup banyak kelapa puyung yang berhasil dikumpulkan. 
"Kelapa itu kita kupas, potong jadi dua. Bersihkan bagian dalamnya sehingga menjadi mangkok atau piring," jelasnya. 
Hanya saja, pertama kali karya mereka belum sempurna. Sebab masih dibuat secara manual belum di amplas halus. 
Meski demikian, untuk kalangan rumah tangga mangkok piring Kau-kau hasil karya mereka sudah laku dibeli oleh masyarakat sekitar. Termasuk ditawarkan kepada Anggota DPR RI Dapil Bali asal Guwang, Nyoman Parta. 
Dari pertemuan dengan anggota dewan ini, Arik dkk diminta untuk berinovasi memperbaiki kualitas. Sehingga mesin yang biasa dipakai orangtuanya membuat kerajinan perak, dimodifikasi agar bisa memperhalus Kau-kau. 
"Modal awal nyaris nol. Karena kita putar hasil jualan produk pertama saat itu kurang lebih Rp280.000," jelasnya. 
Kau-kau dihaluskan menggunakan amplas tanpa obat pengkilat sehingga mangkok maupun piring yang dihasilkan, aman dijadikan perabotan rumah tangga. 
Halaman :

TAGS : Berita Bali Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Bali Terkini Berita Bali Hari Ini Beritabali Informasi Bali


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV