Tren Pemuda Bertani Diharapkan Tak Hanya Kala Pandemi - Beritabali.com

Ekbis

Tren Pemuda Bertani Diharapkan Tak Hanya Kala Pandemi

Senin, 07 Juni 2021 | 20:35 WITA
Tren Pemuda Bertani Diharapkan Tak Hanya Kala Pandemi

beritabali/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Bertani kini menjadi profesi yang gemar dilakoni banyak masyarakat saat pandemi. Mereka umumnya pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), utamanya di sektor pariwisata. 
Tren itu turut diamati Pemilik Wijaya Farm Indonesia, I Putu Yudi Arta Wijayakusuma. Dalam jumpa pers serangkaian even "Hulu-Hilir" pada Senin (7/6) di kawasan Renon, Yudi mengaku bangga atas tren itu. Tren tersebut menurutnya sekaligus membuktikan bahwa pertanian merupakan sektor yang cukup tangguh dalam berbagai situasi. 
"Saya sepakat itu, ujung-ujungnya adalah bertani. Dan gaya hidup menjadi petani tidaklah salah," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan. 
Tren ini menurutnya juga membantu ketersediaan produk hotikultura yang merupakan kebutuhan masyarakat. "Suplay yang banyak, membuat produk pangan sektor rumah tangga tercukupi," ujarnya. 
Dia berharap gaya hidup ini tidak hanya berlangsung saat pandemi Covid-19 saja. Namun dapat berkelanjutan, utamanya dilakukan kalangan pemuda. Kendatipun produk holtikultura menjadi surplus, menurutnya hal itu bukanlah masalah.  Ketersedian bahan itu bisa dikelola dengan produk tambahan dengan berbagai macam olahan. 
Pemasaran terhadap produk holtikultura maupun olahannya telah ia lakukan di Wijaya Farm. Berlaku sebagai marketing, dia berusaha memasarkan produk pertanian lokal Bali kepada pasar yang lebih luas, termasuk lintas negara tetangga. 
Pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan pihak terkait untuk memaksimalkan penyaluran produk. Pada tahun 2020 lalu, di tengah pandemi Covid-19 Wijaya Farm Indonesia hadir sebagai fasilitator sekaligus marketer antara petani dan masyarakat bali. 
Wijaya Farm Indonesia melakukan strategi dalam mendistribusikan hasil pangan lokal di Bali, salah satu strategi yang dilakukan oleh Wijaya Farm Indonesia ialah merealisasikan sistem antar sayur hasil panen petani lokal di bali dengan menggunakan sistem antar sayur door to door.
Sistem ini dilakukan dengan tujuan agar hasil panen petani lokal dapat dihilirisasi kepada masyarakat namun masih memperhatikan protokol kesehatan, yakni phsyical distancing. 
Maka dari itu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi 2018, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana berkolaborasi dengan Wijaya Farm Indonesia mengadakan kegiatan “Hulu Hilir”, yakni sebuah kolaborasi awal tanpa akhir untuk mendukung petani dan pangan lokal. 
I Gusti Agung Ayu Rahma Praminia selaku koordinator "Hulu Hilir" dalam kesempatan itu menerangkan, kegiatan bertujuan mengajak generasi muda untuk mendukung petani dan pangan lokal. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga memperkenalkan Wijaya Farm Indonesia sebagai fasilitator sekaligus marketer bagi petani dan pangan lokal. 
"Sasaran dari kegiatan ini ialah generasi muda, hal ini dikarenakan generasi muda dapat menjadi fasilitator terhadap optimalisasi potensi sektor pertanian di masa depan," ujarnya.
Kata dia, "Hulu Hilir" dibagi menjadi dua kegiatan yaitu TikTok Challenge Wijaya Farm Indonesia yang dilaksanakan secara online dan special event "Hulu Hilir"Saturday Trip with Wijaya Farm Indonesia, pada Sabtu, 12 Juni 2021 berlokasi di Jl. Raya Baturiti – Bedugul, Br. Pekarangan.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : I Komang Robby Patria


TAGS :


Beritalombok.com - Media Online Lombok Dompu Bima Sumbawa Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Lombok, Dompu, Bima, Sumbawa Terkini.



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV