Sembunyikan Mobil Angkot Demi Istirahat Makan - Beritabali.com

Ekbis

Sembunyikan Mobil Angkot Demi Istirahat Makan

Senin, 23 September 2019 | 10:25 WITA

Seorang sopir angkot di Terminal Ubung-Denpasar nampak melamun sambil menunggu penumpang. Ditengah perkembangan transportasi online, fasilitas transportasi publik seperti angkot kini mulai terpinggirkan (beritabali.com/muliarta).

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Nyoman Logo mengaku terpaksa menyembunyikan mobil angkotnya demi dapat istirahat makan. Saat rasa lapar mulai datang, Logo sengaja tidak menaruh mobil angkotnya di Terminal Ubung agar tidak diburu penumpang. Hal ini hampir tiap hari dilakukannya di era 1982 hingga 1990an.
“Perut sudah lapar, kalau mobil ditaruh di terimal langsung diburu penumpang, makan jadi tidak enak karena penumpang pasti rewel, mobil cepat penuh dan harus segera jalan. Kalau tidak disembunyikan gak dapat waktu makan” kenang Logo yang merupakan sopir angkot jurusan Denpasar-Singaraja saat ditemui di Terminal Ubung Denpasar pada Senin (23/9) Pagi.
Kini Logo lebih banyak ngetem dan bengong menunggu penumpang di Terminal Ubung, Denpasar, karena penumpang sudah sangat jarang. Ia tak menampik bahwa perkembangan transportasi online menjadi salah satu penyebab. Belum lagi banyak yang memanfaatkan jasa antar jemput dan menyebabkan transportasi publik semakin terpinggirkan.
>Sejak 5 hari lalu, ia mengaku sama sekali belum berangkat dari Terminal Ubung menuju Singaraja karena tidak dapat penumpang. Logo harus tetap ngetem sambil menunggu giliran sesama sopir jurusan Denpasar-Singaraja yang berwarna biru. Jika jam sudah menunjukkan pukul 12.30 Wita maka Logo dan sesama sopir angkot berwarna biru harus pulang dan akan digantikan oleh angkot berwarna merah hingga besok pagi-nya.
Apabila kemudian mendapatkan penumpang dan jumlahnya hanya 1-3 orang, Logo masih berpikir panjang untuk menggerakkan angkotnya. Dengan jumlah penumpang hanya 1-3 orang dan ongkos Rp. 35.000 per-penumpang belum menutupi biaya bahan bakar. Ia baru akan bersedia mengantarkan penumpangnya jika bersedia membayar lebih sekitar Rp. 10.000- Rp. 20.000 per-penumpang.
“Kalau dapat kurang dari seratus ribu gak berani berangkat, karena di jalan juga sudah tidak ada penumpang. Kalau dulu ada dan bayar lima ribu sampai tujuh ribu kan lumayan. Orang juga sudah antar jemput dengan sepeda motor sehingga sulit” ujar lelaki asal Karangasem yang telah bekerja di Denpasar sejak 1963 tersebut.
Dengan penghasilan yang sangat minim, para sopir angkot kini mengalami kesulitan dalam melakukan pemeliharaan kendaraan. Hingga tidak jarang jika kendaraan mengalami kerusakan maka akan diakali yang penting kendaraan bisa jalan. “Ban luar saja sudah enam ratus ribu, kalau ada onderdil yang rusak yang dibersihkan dulu kemudiaan kalau masih bisa diperbaiki ya sebisanya diperbaiki” kata Logo.
Sulitnya mendapatkan penumpang juga diakui oleh sopir angkot jurusan Ubung-Batubulan, Kadek Putrayana. Menurutnya sangat sulit mendapatkan penumpang di tengah perkembangan transportasi online. Bahkan pekerjaan sebagai sopir angkot kini tidak dapat lagi diandalkan sebagai mata pencaharian utama.
“Sekarang datang jam 6 pagi pulang jam 8 pagi, itu pun kadang dapat sekali jalan kadang tidak dapat. Kalau dulu tahun 1990-an dari jam 4 sampai jam 10 dapat tiga sampai 4 kali berangkat” ungkap pria asal Antiga yang mengaku telah menjadi sopir angkot sejak tahun 1990.
Putrayana mengakui kini sering keluar rumah dengan membawa angkot hanya untuk “mesliahan” sambil mengadu keberuntungan mendapatkan penumpang. Walaupun lebih sering pulang tanpa mendapatkan penghasilan dari sebagai sopir angkot. Ia mengaku tidak terlalu ngotot untuk mendapatkan penghasilan dari sebagai sopir angkot, selain karena memang penumpang sudah sangat jarang juga karena mobil angkot juga milik sendiri, sehingga tidak berpikir untuk mengumpulkan setoran. “ya kalau sudah di rumah saya jaga warung bersama istri sambil ngempu cucu” kata Putrayana.[bbn/mul]

Penulis : I Nengah Muliarta

Editor : I Nengah Muliarta


TAGS : Denpasar Terminal Ubung Mobil Angkot Singaraja Transportasi


Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet

Tetap Produktif di Rumah dengan Biznet. Promo Instalasi hanya Rp. 100.000. Kontak : 082236906863, 085738119233



Ekbis Lainnya :

EKBIS Minggu, 12 Juli 2020 | 14:35
Proyek Saluran Kabel Bawah Tanah 150 KV Bandara Ngurah Rai ke Pesanggaran Terealisasi
PLN berhasil memberikan tegangan pertama (energize) pada proyek Saluran Kabel Tanah Tegangan Ti ...
EKBIS Sabtu, 11 Juli 2020 | 17:00
Pemprov Bali Dukung Transaksi Digital LinkAja di Pantai Pandawa
Memasuki era new normal setelah beberapa bulan tutup karena pandemi COVID-19, Bali mulai bersiap unt ...
OTOMOTIF Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:35
Viral Diduga Mobil Wapres RI Diisi Bensin Eceran di Pinggir Jalan
Viral beredar di media sosial Mobil Mercy hitam berpelat merah bertuliskan Indonesia dan berbendera ...


Berita Lainnya

INFORMASI Minggu, 21 Juni 2020 | 17:30
Masyarakat Buleleng Diminta Tidak Lengah di Tengah Isu New Normal
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng meminta agar masyarakat di ...
HUKRIM Minggu, 12 Juli 2020 | 21:25
Selundupkan 36 Ekor Penyu, 7 ABK Ditangkap
Direktorat Polairud Polda Bali menggagalkan aksi penyelundupan 36 ekor penyu di perairan Serangan pa ...
INFORMASI Sabtu, 04 Juli 2020 | 20:35
Puluhan Wartawan Jalani "Rapid Test", Semua Non Reaktif
Puluhan wartawan melakukan rapid test yang difasilitasi Diskominfos Provinsi Bali dan Dinas Kesehata ...

Trending Ekbis

Trending Terhangat

Berita Bali TV